![]() |
| Photo Ilustrasi |
Hingga kini, belum diketahui secara
pasti penyebab tewasnya gadis 14 tahun, Sarafina Omorowe. Namun ada
dugaan, warga Koperapoka Jalur III ini meninggal karena dianiaya.
Menurut informasi yang dilansir Radar Timika
(JPNN Grup), Sabtu (20/9), kejadian berawal saat korban mendatangi
sebuah rumah dan diduga melakukan pengrusakan. Kemudian ibu korban
datang dan menjemput Sarafina untuk pulang ke rumah. Namun korban yang
diketahui mengalami gangguan kejiwaan kembali keluar melalui pintu
belakang dan menuju ke rumah tetangganya dan kembali mengamuk.
"Dia (korban, Red) sedikit gangguan.
Jadi waktu dia pergi ribut-ribut, mamanya sudah ambil dia untuk pulang.
Tapi dia balik keluar lagi," tutur Elisabet M, salah satu saksi di TKP.
Lanjut dia, saat korban keluar dan
hendak menuju ke rumah tetangganya, tiba-tiba seorang pria yang diduga
sebagai pelaku, langsung menendang korban dengan menggunakan sepatu
king, dan mengenai dada korban.
"Waktu dia lari keluar, kita ada berdiri
banyak-banyak di jalan. Lalu saya lihat ada laki-laki satu yang tendang
dia pakai sepatu king. Waktu itu dia sudah jatuh, tapi laki-laki itu
tinggal tendang terus. Karena laki-laki itu memang mabuk," sambung
Elisabet.
Selang beberapa menit, ibu korban dan
seorang kerabat korban yang bernama Erison Junkan, datang dan membawa
korban kembali pulang ke rumah. Saat tiba di rumah, korban kemudian
diberikan minum. Namun karena kondisi korban sudah lemah, sehingga pihak
keluarga bersepakat untuk membawa korban ke RSUD Mimika untuk
mendapatkan perawatan medis.
"Waktu sampai di rumah, om kasih minum
dia dengan air. Tapi dia bilang napasnya sesak. Lalu dorang (mereka,
Red) bawa ke rumah sakit. Bagitu sampai, sementara berobat lagi kakak
langsung meninggal. Itu sekitar jam dua belas atau jam satu begitu,"
papar saksi yang masih merupakan kerabat korban.
Sekira pukul 02.00 dini hari WIT, korban
dibawa pulang dari RSUD Mimika ke rumah duka. Menurut keterangan
beberapa kerabat korban ketika ditemui di RSUD Mimika, korban mengalami
luka pada paha sebelah kanan.
"Dia punya luka itu di paha sebelah kanan. Luka kayak bekas dapat tikam," kata salah seorang kerabat korban.
Lanjutnya, saat korban diketahui sudah
meninggal dunia, pihaknya langsung membawa kembali korban ke rumah duka.
Selain itu, pihak keluarga korban juga meminta kepada pihak Kepolisian
agar mengusut tuntas kasus tersebut.
Kapolsek Miru, AKP Asep Bangbang Saputra
SIK menyampaikan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab
pasti kematian korban yang masih remaja itu.
"Untuk penyebab kematian, kita masih selidiki. Apa kematiannya akibat penganiayaan atau ada motif lain," kata Kapolsek.
Kapolsek juga menghimbau kepada pihak
keluarga korban untuk tetap bersikap tenang, dan tidak bertindak
anarkis, yang pada akhirnya bisa merugikan diri sendiri. Melainkan
mempercayakan kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus
tersebut.
"Kami sedang berupaya untuk usut penyebab kematian korban," tandasnya.(tns)

0 komentar:
Posting Komentar